Perkembangan teknologi informasi
telah membawa banyak perubahan yang memberikan kemudahan dalam dunia bisnis
maupun kehidupan sehari-hari. Tak dapat dipungkiri, selain memiliki nilai
positif, teknologi juga mempunyai efek negatif yang berkaitan dengan cyber
crime.
Menanggapi hal itu, ketua Indonesia
security incident response team on internet infrastruktur, Rudi Lumanto,
mengungkapkan semakin tingginya behavior atau gaya hidup digital, maka semakin
tinggi pula risiko terjadinya pembajakan. Gambaran global dimana ada 232 PC
terinfeksi malware, bahkan dalam 1 menit terjadi 20 peristiwa pembajakan dan 12
website telah dihack. Factor penyebab terjadinya cyber crime tersebut, yakni
malware, technology convergence behavior consumer & IT security.
Pada akhir November 2014 terjadi Serangan besar-besaran
terhadap sistem keamanan komputasi Sony Picture mendorong FBI untuk turun
tangan karena sudah masuk kategori sangat berbahaya, yang akan
berdampak luas
ke sektor yang lebih penting. FBI mengklaim telah mengidentifikasikan jenis
malware yang digunakan hacker untuk membobol sistem komputasi Sony Pictures.
Meski tak diungkap secara rinci,
namun pihak FBI menyebutkan jika jenis malware ini sudah pernah digunakan untuk
menyerang perusahaan besar di korea selatan dan timur tengah.
Sejauh ini Guardian Of Peace (GOP),
ditenggarai sebagai kelompok hacker yang bertanggung jawab atas peretasan ini. GOP
juga sebelumnya telah mempublikasikan daftar file yang berhasil mereka curi
dari jaringan komputer sony pictures. Diantaranya salinan digital dokumen
passport dan visa sejumlah selebriti ternama, lebih dari 700 dokumen berisi
password, 179 arsip email outlook milik eksekutif dan staff IT.
Kasus ini berawal dari polemik Film
Kontroversial “The Interview”. Film komedi tersebut berisi olok – olokan
terhadap pemimpin Korea Utara, sebuah badan tertinggi negara yang dipimpin oleh
Kim Jong-Un, mengatakan bahwa Obama di balik peluncuran film “The Interview”.
“Obama selalu pergi sembrono dalam kata – kata dan perbuatannya yang seperti monyet
di hutan tropis,” kata seorang juru bicara komisioner sebut tanpa menyebutkan
namanya yang disiarkan kantor berita KCNA. Komisi itu juga menuduh Washington
dibalik padamnya internet di Korea Utara pada pekan ini. Setelah AS berjanji
untuk merespon serangan cyber terhadap Sony Pictures. “AS negara besar, mulai
menggangu operasi internet media utama DPRK, tidak tahu malu seperti anak –
anak yang sedang bermain.” Lanjut juru bicara komisi itu.
SEKILAS TENTANG FILM THE INTERVIEW
The
interview adalah sebuah film komedi aksi politik Amerika pada tahun 2014 yang
disutradai oleh Evan Goldberg dan Seth Rogen, dan ditulis oleh Dan Sterling.
Film tersebut dibintangi oleh Rogen dan James Franco sebagai jurnalis yang
diinstruksikan untuk membunuh pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un (diperankan
oleh Randall Park) setelah sukses membukukan sebuah wawancara dengannya.
Terhitung
sejak akhir November, Sony Pictures menjadi bulan – bulanan hacker. Disebutkan
ada sekitar 100 terabytes data rahasia perusahaan yang dikuasai oleh hacker.
Sebagian bahkan telah dipublikasikan oleh kelompok hacker Guardian of Peace
(GOP) yang mengklaim sebagai pihak dibalik serangan tersebut.
Sejauh ini
pemicu utama serangan hacker kepada Sony Pictures diyakini disebakan oleh film
kontrovesial The Inteview. Film komedi yang mengangkat tema usaha pembunuhan
pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un itu mmembuat geram pemerintahan Korea Utara
dan para simpatisannya termasuk kelompok hacker GOP.
FBI
mengklaim memiliki bukti otentik yang menunjukan bahwa pihak Korea Utara lah
yang selama ini menjadi dalang peretasan di server Sony Pictures Entertainment.
Peretasan tersebut berujung tertundanya penayangan film The Interview di biosko
– bioskop AS.
Bukti yang
dimaskud Comey tersebut dikutip Kompas Tekno dari The Verge, Rabu (7/1/2015)
adalah alamat IP (Internet Protocol) yang tidak disembunyikan oleh para
peretas.
Kelalaian
tersebut membuat penyelidik di FBI bisa melacak dari mana asal email dan pesan
yang disampaikan oleh Guardian of Peace (GOP) kepada karyawan Sony.
Menurut
FBI, alamat IP tersebut hanya ekslusif dimiliki oleh Korea Utara. Sebagaimana
diketahui Korea Utara memberlakukan akses yang ketat terhadap warganya untuk
mengakses internet. Semua koneksi internet dikontrol pemerintahan sehingga
pihak ketiga akan sulit unutkk membajak IP address Korea Utara tanpa
sepengetahuan pemerintah.
PENGAKUAN KIM JONG-UN
Tuduhan
Sony yang mengungkap bahwa Korea Utara berada dibalik penyerangan situs Sony
Pictures Entertainment tidak dibantah oleh presidennya, Kim Jong-un. Hal ini
dilakukannya terkait film baru yang akan diliris oleh Sony Pictures yang
bertajuk The Interview.
Seperti
dikutip dari Mirror, Selasa (1/12/2014), ketika ditanya tentang negara komunis
Korea Utara mengenai serangan cyber terhadap situs Sony Pictures, penjabat
Korea mengutarakan, “Tunggu dan Lihat.”
Serangan
ini sendiri memang telah diakui oleh penjabat korea Utara yang mengakui hal
tersebut sebagai balasan sakit hatinya dan seperti diketahui, Korea Utara
memiliki sebanyak 3000 tentara cyber atau hacker yang memang dibangun dan
dipekerjakan unutk membatu pemerintahan Kim dalam mengacaukan musuh – musuhnya
dari jalur Internet.
BUNTUT
PERETASAN SONY PICTURES, AS SANKSI KOREA UTARA
Pemerintahan Amerika
Serikat melalui Presiden Barack Obama telah menjatuhkan sanksi kepada Korea
Utara akibat peretasan tersebut. Seperti
dikutip Kompas Tekno dari The Verge, Sabtu (3/1/2015), sanksi ini disebut
sebagai respon pertama dri pemerintahan AS terhadap serangan cyber yang disebut
didalangi oleh Korea Utara. Namun, Korea Utara tetap mengaku
tidak tahu – menahu soal peretasan Sony, walau dalam beberapa kesempatan Korea
Utara juga menyampaikan pujian terhadap Guardian of Peace.
Terdapat tiga
entitas di Korea Utara yang menjadi target sanksi ini, termasuk lembaga
intelegen Korea Utara dan perdagangan senjata lokal. Sepuluh orang yang
terafiliasi dengan lembaga – lembaga tersebut juga terkena sanksi secara
spesifik.
Salah satu
sanksinya adalah bahwa orang dan lebaga itu kemudian tidak boleh mengakses
sistem keuangan AS. Selain itu ada juga ;arangan bagi warga negara AS untuk
berhubungan bisnis dengan merea (Korea Utara).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar