Selamat Datang di Website kami Home camera fotografi shtter speed fill in flash

Senin, 12 Juni 2017

judi online

Jakarta - Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) menjatuhkan hukuman 120 hari penjara kepada Patrick Antonius (32) dalam kasus judi online dan pencucian uang. Patrick bersama 7 orang lainnya mengelola bisnis judi online www.mansion88.com yang berpusat di Filipina.

"Sejak 2008 sampai dengan 2010 saya sempat bekerja di Filipina yang merupakan kantor pusat judi online mansion88.com," kata Patrick dalam kesaksiannya yang tertuang di salinan putusan PN Jakut sebagaimana dilansir website Mahkamah Agung (MA), Senin (10/11/2014).

Pada 2011. Patrick kembali ke tanah air untuk diperbantukan mengurus bisnis judi online di Jakarta. Dua tahun setelah itu, atasan Patrick mengundurkan diri sehingga Patrick naik pangkat menjadi penanggungjawab utama segala kegiatan mansion88.com di Indonesia dengan mengkoordinir event organizer nonton bareng.

"Gaji sebelum tahun 2013 adalah Rp 1 juta sekali event dan setelah 2013 sebesar Rp 10 juta per bulannya," ucap Patrick.

Ulah Patrick terendus Mabes Polri dan ditangkaplah Patrick di rumahnya di Kapuk, Jakarta Utara pada 25 Mei 2014. Dari mulut Patrick, lalu ditelusuri kegiatan dan berbagai promosi mansion 88.com sehingga terendus seluruh perputaran uang dilakukan oleh Lucas Atjep Soegandi (57).

Pada hari itu juga Lucas ditangkap. Kepada petugas, Lucas mengaku hanya sebagai karyawan dengan gaji Rp 10 juta per bulan. Kepada aparat, Lucas mengaku mulai terjun di dunia bisnis online sejak 2009. Saat rekening Lucas dibuka, terungkap lalu lintas ratusan transaksi di berbagai rekening bank dengan omzet miliaran rupiah.

Nah, bagaimana pembayaran pemenang judi online itu? Kawanan itu berkongsi dengan PT Suliana Inti Valasindo (SIV) dengan direkturnya bernama Achmad Hakim (72). Secepat kilat aparat menyisir kantor Achmad Hakim dan turut dibekuk 5 karyawannya yaitu Stefanus Rocky, Marvin Tanjung, Fernandez, Judianto dan April Yanti.

Dalam melakukan arus transaksi judi, PT SIV melakukan order dari kantor pusat mansion88 yang dikirim lewat email. Setelah menerima email, PT SIV lalu mentransfer sejumlah uang ke pemenang judi sehingga pemenang tidak perlu datang ke kantor PT SIV di kawasan Batu Tulis, Jakarta Pusat.

Atas hal itu, mereka lalu ditahan di Mabes Polri. Usai berkas masuk ke kejaksaan, jaksa melakukan tahanan kota. Begitu juga saat kasus itu masuk PN Jakut, majelis hakim tetap menahan mereka dengan tahanan kota. Majelis lalu menjatuhkan hukuman pada 27 Oktober lalu dengan putusan masing-masing:

1. Patrick
-Dituntut 6 bulan penjara
-Divonis melakukan judi dan divonis 4 bulan penjara

2. Lucas
-Dituntut 8 bulan penjara
-Divonis melakukan judi dan pencucian uang dengan hukuman 4 bulan penjara

3. Achmad Hakim
-Dituntut 6 bulan penjara
-Divonis melakukan judi dan divonis 4 bulan penjara

4. Stefanus Rocky, Marvin Tanjung, Fernandez, Judianto dan April Yanti

-Dituntut 6 bulan penjara
-Divonis melakukan judi dengan hukuman 50 hari penjara

Read More...... Original Content of Cara Membuat Read More atau Baca Selengkapnya di Blogspot | Kang Sunu™ Blogsite http://kangsunu.blogspot.com/2012/04/cara-membuat-read-more-atau-baca.html#ixzz2IQMvzUTy Copyright. Kang Sunu

konten pornnografi

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan mengatakan penyidik kembali akan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka kasus chat berkonten pornografi, Firza Husein.

Menurut Iriawan, penyidik Direktorat Kriminal Khusus masih membutuhkan keterangan tambahan yang lebih spesifik. "Kami juga menunggu berkas P19 dari kejaksaan yang belum turun," ujar Iriawan, di Tambun Bussines Park, Bekasi, Selasa, 6 Juni 2017.

Firza ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pornografi. Dia dituding saling berkirim konten porno dengan pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Syihab, melalui aplikasi WhatsApp. Chat mesum itu kemudian tersebar ke publik. Rizieq kini juga sudah menjadi tersangka dalam kasus yang sama.

Menurut Iriawan, pemeriksaan Firza akan dilakukan pada Rabu, 7 Juni 2017. Penyidik sebenarnya telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi, yakni Fatimah Husein alias Kak Emma. "Beberapa hal masih perlu ditanyakan kepada saksi dan tersangka," ujarnya.

Iriawan mengatakan pemeriksaan Kak Emma karena mengetahui hubungan antara Firza dan Rizieq. Bukti rekaman percakapan sudah ada. "Curhatnya Firza kan ke Kak Emma, jadi saksi tahu betul," katanya.

Hubungan pertemanan Firza dengan Kak Emma, menurut Iriawan, berdasarkan hasil pemeriksaan telah terjalin lama. Pengakuan kepada penyidik mereka memang berteman. "Sudah cukup lama," ujarnya.


Kepada Tempo, Kak Emma mengatakan tak bisa datang pada pemeriksaan hari ini karena harus mengajar. Ia berdalih tak tahu-menahu mengenai masalah Firza dan Rizieq. Emma mengaku berkenalan dengan Firza sejak 2015

Read More...... Original Content of Cara Membuat Read More atau Baca Selengkapnya di Blogspot | Kang Sunu™ Blogsite http://kangsunu.blogspot.com/2012/04/cara-membuat-read-more-atau-baca.html#ixzz2IQMvzUTy Copyright. Kang Sunu

peretasan sony picture entertaiment


Perkembangan teknologi informasi telah membawa banyak perubahan yang memberikan kemudahan dalam dunia bisnis maupun kehidupan sehari-hari. Tak dapat dipungkiri, selain memiliki nilai positif, teknologi juga mempunyai efek negatif yang berkaitan dengan cyber crime.
Menanggapi hal itu, ketua Indonesia security incident response team on internet infrastruktur, Rudi Lumanto, mengungkapkan semakin tingginya behavior atau gaya hidup digital, maka semakin tinggi pula risiko terjadinya pembajakan. Gambaran global dimana ada 232 PC terinfeksi malware, bahkan dalam 1 menit terjadi 20 peristiwa pembajakan dan 12 website telah dihack. Factor penyebab terjadinya cyber crime tersebut, yakni malware, technology convergence behavior consumer & IT security.

Pada akhir November 2014 terjadi Serangan besar-besaran terhadap sistem keamanan komputasi Sony Picture mendorong FBI untuk turun tangan karena sudah masuk kategori sangat berbahaya, yang akan berdampak luas ke sektor yang lebih penting. FBI mengklaim telah mengidentifikasikan jenis malware yang digunakan hacker untuk membobol sistem komputasi Sony Pictures.
Meski tak diungkap secara rinci, namun pihak FBI menyebutkan jika jenis malware ini sudah pernah digunakan untuk menyerang perusahaan besar di korea selatan dan timur tengah.
Sejauh ini Guardian Of Peace (GOP), ditenggarai sebagai kelompok hacker yang bertanggung jawab atas peretasan ini. GOP juga sebelumnya telah mempublikasikan daftar file yang berhasil mereka curi dari jaringan komputer sony pictures. Diantaranya salinan digital dokumen passport dan visa sejumlah selebriti ternama, lebih dari 700 dokumen berisi password, 179 arsip email outlook milik eksekutif dan staff IT.

Kasus ini berawal dari polemik Film Kontroversial “The Interview”. Film komedi tersebut berisi olok – olokan terhadap pemimpin Korea Utara, sebuah badan tertinggi negara yang dipimpin oleh Kim Jong-Un, mengatakan bahwa Obama di balik peluncuran film “The Interview”. “Obama selalu pergi sembrono dalam kata – kata dan perbuatannya yang seperti monyet di hutan tropis,” kata seorang juru bicara komisioner sebut tanpa menyebutkan namanya yang disiarkan kantor berita KCNA. Komisi itu juga menuduh Washington dibalik padamnya internet di Korea Utara pada pekan ini. Setelah AS berjanji untuk merespon serangan cyber terhadap Sony Pictures. “AS negara besar, mulai menggangu operasi internet media utama DPRK, tidak tahu malu seperti anak – anak yang sedang bermain.” Lanjut juru bicara komisi itu.

SEKILAS TENTANG FILM THE INTERVIEW

The interview adalah sebuah film komedi aksi politik Amerika pada tahun 2014 yang disutradai oleh Evan Goldberg dan Seth Rogen, dan ditulis oleh Dan Sterling. Film tersebut dibintangi oleh Rogen dan James Franco sebagai jurnalis yang diinstruksikan untuk membunuh pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un (diperankan oleh Randall Park) setelah sukses membukukan sebuah wawancara dengannya.
Terhitung sejak akhir November, Sony Pictures menjadi bulan – bulanan hacker. Disebutkan ada sekitar 100 terabytes data rahasia perusahaan yang dikuasai oleh hacker. Sebagian bahkan telah dipublikasikan oleh kelompok hacker Guardian of Peace (GOP) yang mengklaim sebagai pihak dibalik serangan tersebut.

Sejauh ini pemicu utama serangan hacker kepada Sony Pictures diyakini disebakan oleh film kontrovesial The Inteview. Film komedi yang mengangkat tema usaha pembunuhan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un itu mmembuat geram pemerintahan Korea Utara dan para simpatisannya termasuk kelompok hacker GOP.

FBI mengklaim memiliki bukti otentik yang menunjukan bahwa pihak Korea Utara lah yang selama ini menjadi dalang peretasan di server Sony Pictures Entertainment. Peretasan tersebut berujung tertundanya penayangan film The Interview di biosko – bioskop AS.

Bukti yang dimaskud Comey tersebut dikutip Kompas Tekno dari The Verge, Rabu (7/1/2015) adalah alamat IP (Internet Protocol) yang tidak disembunyikan oleh para peretas.
Kelalaian tersebut membuat penyelidik di FBI bisa melacak dari mana asal email dan pesan yang disampaikan oleh Guardian of Peace (GOP) kepada karyawan Sony.
Menurut FBI, alamat IP tersebut hanya ekslusif dimiliki oleh Korea Utara. Sebagaimana diketahui Korea Utara memberlakukan akses yang ketat terhadap warganya untuk mengakses internet. Semua koneksi internet dikontrol pemerintahan sehingga pihak ketiga akan sulit unutkk membajak IP address Korea Utara tanpa sepengetahuan pemerintah.

PENGAKUAN KIM JONG-UN

Tuduhan Sony yang mengungkap bahwa Korea Utara berada dibalik penyerangan situs Sony Pictures Entertainment tidak dibantah oleh presidennya, Kim Jong-un. Hal ini dilakukannya terkait film baru yang akan diliris oleh Sony Pictures yang bertajuk The Interview.
Seperti dikutip dari Mirror, Selasa (1/12/2014), ketika ditanya tentang negara komunis Korea Utara mengenai serangan cyber terhadap situs Sony Pictures, penjabat Korea mengutarakan, “Tunggu dan Lihat.”

Serangan ini sendiri memang telah diakui oleh penjabat korea Utara yang mengakui hal tersebut sebagai balasan sakit hatinya dan seperti diketahui, Korea Utara memiliki sebanyak 3000 tentara cyber atau hacker yang memang dibangun dan dipekerjakan unutk membatu pemerintahan Kim dalam mengacaukan musuh – musuhnya dari jalur Internet.

BUNTUT PERETASAN SONY PICTURES, AS SANKSI KOREA UTARA

Pemerintahan Amerika Serikat melalui Presiden Barack Obama telah menjatuhkan sanksi kepada Korea Utara akibat peretasan tersebut. Seperti dikutip Kompas Tekno dari The Verge, Sabtu (3/1/2015), sanksi ini disebut sebagai respon pertama dri pemerintahan AS terhadap serangan cyber yang disebut didalangi oleh Korea Utara. Namun, Korea Utara tetap mengaku tidak tahu – menahu soal peretasan Sony, walau dalam beberapa kesempatan Korea Utara juga menyampaikan pujian terhadap Guardian of Peace.

Terdapat tiga entitas di Korea Utara yang menjadi target sanksi ini, termasuk lembaga intelegen Korea Utara dan perdagangan senjata lokal. Sepuluh orang yang terafiliasi dengan lembaga – lembaga tersebut juga terkena sanksi secara spesifik.

Salah satu sanksinya adalah bahwa orang dan lebaga itu kemudian tidak boleh mengakses sistem keuangan AS. Selain itu ada juga ;arangan bagi warga negara AS untuk berhubungan bisnis dengan merea (Korea Utara).

Tindakan ini disebut sebagai “aspek pertama” dari respon AS pada aksi peretasan yang menurut FBI didalangi oleh Korea Utara. Sebutan itu secara implisit menolak dugaan bahwa AS turut andil dalam peristiwa matinya internet di Korea Utara.

Read More...... Original Content of Cara Membuat Read More atau Baca Selengkapnya di Blogspot | Kang Sunu™ Blogsite http://kangsunu.blogspot.com/2012/04/cara-membuat-read-more-atau-baca.html#ixzz2IQMvzUTy Copyright. Kang Sunu

pembobolan situs Go-Jek Indonesia

Polri berencana akan merekrut SH (19) alias Haikal, hacker lulusan SMP yang berhasil menjebol 4.600 situs online. Perekrutan itu akan dilakukan setelah proses pidana yang menjerat Haikal selesai.

Kanit III Subdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, AKBP Idam Wasiadi mengakui Polri memang berencana merekrut Haikal dan hacker-hacker lain untuk membantu sebagai tim siber dan partner Polri.

"Iya, biar jadi lurus dan bermanfaat bagi bangsa," ujar Idam kepada detikcom, Jumat (7/4/2017).

Haikal diketahui membobol situs penjualan tiket.com. Bahkan, PT Global Networking merugi hingga Rp 4 miliar. Haikal menjebol situs tiket.com bersama tiga rekannya, MKU (19), AI (19) dan NTM (27).

Namun, menurut Idam, hanya Haikal yang akan direkrut, tiga rekan Haikal tidak ada rencana untuk direkrut.

Selain Haikal, Polri juga akan mencari hacker remaja lainnya untuk direkrut. Nantinya, mereka akan menjadi mitra kepolisian untuk urusan dunia siber.

Perekrutan ini, menurut Idam, adalah rencana agar remaja yang memiliki kemampuan seperti Haikal bisa berguna bagi bangsa Indonesia.

Haikal belajar meretas situs secara otodidak. Dia berhasil menjebol 4600 situs termasuk situs milik pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga situs milik Polri.

Read More...... Original Content of Cara Membuat Read More atau Baca Selengkapnya di Blogspot | Kang Sunu™ Blogsite http://kangsunu.blogspot.com/2012/04/cara-membuat-read-more-atau-baca.html#ixzz2IQMvzUTy Copyright. Kang Sunu

Hoax

Pengidap gangguan jiwa atau orang gila kerap menjadi korban penganiayaan akibat maraknya isu penculikan anak yang disebarkan lewat media sosial. Mereka dikira penculik anak lalu dihajar, bahkan hingga meninggal dunia. Lantas, siapa penyebar kabar hoax itu?

Berdasarkan informasi yang dirangkum detikcom, pada Selasa (21/3/2017), kabar tentang pengidap gangguan kejiwaan menjadi modus penyamaran pelaku penculikan anak ini mulai merebak di Jawa Barat pada 8 Maret 2017. Pesan itu tersebar dalam bentuk selebaran lengkap dengan logo Polda Jabar dan Binmas Polda Jabar, yang kemudian menjadi viral di media sosial.

Namun isu tersebut ditepis Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus. Yusri menegaskan kabar tersebut bohong belaka. "Nggak benar, itu hoax. Masyarakat jangan resah. Saya tegaskan selebaran tersebut hoax. Polda Jabar tidak pernah mengeluarkan selebaran seperti itu. Kita kan punya Bhabinkamtibmas yang sosialisasi ke masyarakat," kata Yusri saat dihubungi detikcom pada Selasa, 7 Maret lalu.

Kabar itu menyebar luas hingga ke sejumlah daerah. Ada juga kabar yang menyatakan si tukang culik anak berpura-pura sebagai orang gila dan membawa dua kantong plastik serta sudah mendatangi tempat mengaji anak-anak di wilayah Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur.

Lagi-lagi kabar viral penculikan anak ini juga dibantah. "Sampai saat ini pihak Polresta Sidoarjo belum mendapatkan laporan dari Polsekta jajaran tentang berita penculikan anak. Menurut kami, berita tersebut adalah bohong," kata AKP Teguh Setiawan, Wakasat Reskrim Polresta Sidoarjo.

Meski kabar hoax itu telah dibantah, masyarakat masih resah dan gelisah. Para orang tua dan warga menjadi lebih protektif ketika melihat orang asing mendekati anak-anak, baik di sekolah maupun di tempat umum.

Yang terbaru, seorang wanita nyaris menjadi bulan-bulanan warga setempat di Tanah Tinggi, Benteng, Kota Tangerang, Banten, pada Minggu, 19 Maret 2017. Wanita yang belakangan diketahui bernama Ira asal Serang, Banten, ini kemudian dikerumuni warga karena dikira hendak menculik anak. "Itu orang stres. Katanya dia mau nyari adiknya di Tanah Tinggi. Karena stres, dia lupa posisinya di mana. Karena musim hoax, orang lihat dia dikira mau nyulik anak-anak, kemudian diamankan pak RT dan ada yang menghubungi polisi," kata Kapolsek Tangerang Kompol Ewo Samono.

Beruntung, Ira tidak dianiaya warga, seperti kasus penganiayaan yang dialami sejumlah orang gila di beberapa daerah, seperti Depok, Banten, Cirebon, Cilegon, Banjarnegara, Madura, dan Surabaya. Bahkan aksi main hakim sendiri terhadap orang gila ini telah memakan korban jiwa.

Seperti yang terjadi di Cilegon. Seorang pria yang berpakaian compang-camping dan tengah berjalan di Kracak, Ciwandan, tiba-tiba dihakimi massa setelah maraknya berita hoax tentang penculikan anak. Peristiwa yang dialami pria itu terjadi pada Sabtu, 18 Maret 2017, sekitar pukul 21.30 WIB. Pria nahas itu dihajar hingga meninggal dunia.

"Saksi Rahmatulloh melihat orang itu sedang lewat di daerah Randakali. Kalau tidak salah sekitar pukul 20.00 WIB. Dia melintas, mungkin ya orang-orang menganggap orang itu penculik," kata Panit I Reskrim Polsek Ciwandan Iptu Sudibyo Wardoyo.

Polisi menduga pria itu gelandangan atau orang gila. "Kita temukan barang bukti di dalam tasnya itu ada korek 5 sama ikat kepala sama topi rimba, topi caping. Ini kalau dilihat barangnya, ini orang gelandangan, dilihat dari segi barang-barang yang diamankan," ujar Sudibyo.

Hingga kini penyebar kabar hoax tersebut belum diketahui. Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan pihaknya akan mengusut penyebar pesan berantai yang mengatakan ada modus baru penculikan anak, yaitu berpura-pura menjadi orang gila.

"Itu pasti ya. Mereka-mereka yang menyebar info itu akan kami usut," kata Martinus.

Martinus mengimbau masyarakat bijak menggunakan media sosial. "Aksi main hakim sendiri tidak dibenarkan secara hukum, apalagi dilakukan terhadap seseorang yang sama sekali tidak bersalah. Terhadap para pelaku main hakim dengan melakukan perbuatan melawan hukum, maka akan dapat dikenakan sanksi hukum pidana," ujar dia.

Apabila melihat orang gila, polisi meminta warga melapor kepada aparat. "Terhadap warga negara Indonesia yang mengalami gangguan kejiwaan, hendaknya kita tidak membiarkannya berkeliaran," imbau Martinus.
(adf/aan)

Read More...... Original Content of Cara Membuat Read More atau Baca Selengkapnya di Blogspot | Kang Sunu™ Blogsite http://kangsunu.blogspot.com/2012/04/cara-membuat-read-more-atau-baca.html#ixzz2IQMvzUTy Copyright. Kang Sunu